<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DANIEL!</title>
	<atom:link href="http://binajaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://binajaya.wordpress.com</link>
	<description>SATU SISI PERJALANAN HATI</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Apr 2008 08:08:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='binajaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DANIEL!</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://binajaya.wordpress.com/osd.xml" title="DANIEL!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://binajaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HANNY</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/15/hanny/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/15/hanny/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 08:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan sekitarku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/04/15/hanny/</guid>
		<description><![CDATA[.Hanny, teman yang saya kenal di tempat kos saya dulu, adalah seorang waria. Itu jelas bukan nama sebenarnya. Tapi hanya itu yang saya ingat, sedangkan nama aslinya sudah lupa sama sekali. Badannya tinggi langsing, rambutnya sebahu berwarna terang. Kulitnya langsat khas orang seberang. Payudaranya menonjol seperti perempuan, berdandan dan berpakaian seperti perempuan. Perempuan yang seksi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=158&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Hanny, teman yang saya kenal di tempat kos saya dulu, adalah seorang waria.</p>
<p>Itu jelas bukan nama sebenarnya. Tapi hanya itu yang saya ingat, sedangkan nama aslinya sudah lupa sama sekali. Badannya tinggi langsing, rambutnya sebahu berwarna terang. Kulitnya langsat khas orang seberang. Payudaranya menonjol seperti perempuan, berdandan dan berpakaian seperti perempuan. Perempuan yang seksi. &#8220;<em>Tapi barangku masih ada lho mas.. Masih takut operasi. Bukan takut sama dokter, tapi takut sama nyokap.. hahaha</em>..&#8221;. Orangnya selalu riang. Keriangan yang membuat saya akhirnya berani ngobrol dengannya, bersama-sama teman kos yang lain. Dengan catatan, tangannya harus tetap di tempat semula, nggak boleh colak-colek. Candaannya yang sering nyerempet-nyerempet, membuat suasana sore di kos selalu meriah. Tampaknya Hanny juga bahagia bila berhasil menyenangkan teman-temannya.</p>
<p>Dulu waktu tinggal di Bandung, saya beberapa kali melihat waria-waria mangkal di Taman Maluku dan di jalan Sumatra. Atau bahkan sering berada dalam satu angkot dari Dago Atas. Tapi saya tak pernah memperhatikan atau mempertanyakan. Hanny yang membuat saya memikirkan tentang waria.</p>
<p>Pada suatu sore, ketika berkesempatan ngobrol berdua, saya bertanya kepadanya, apakah dia nggak mau berusaha mengubah orientasi seksualnya menjadi normal seperti laki-laki kebanyakan. Jawabnya, &#8220;<em>Coba mas bayangin.. Yang serius yaa.. Coba bayangkan mas lagi begituan sama aku.</em>.&#8221;. Saya terperanjat dan sedikit menggeser posisi duduk saya menjauhinya. &#8220;<em>Kamu jangan ngomong gitu Han.. Geli aku dengernya</em>.. &#8220;. Hanny berkata lagi, &#8220;<em>Emang gimana perasaannya mas? Geli? Jijik? Eneg? Merinding?</em>&#8220;. &#8220;<em>Ya iyalah.. Kamu kan tahu aku normal</em>.&#8221; jawab saya. Hanny tersenyum, katanya, &#8220;<em>Jadi kalo mas mau tahu kenapa aku nggak mau berubah, ya karena perasaan yang sama persis dengan yang mas bayangkan sekarang</em>..&#8221;. Saya diam saja. Perasaan merinding masih belum hilang. Terdengar Hanny tertawa, &#8220;<em>Tapi mas jangan takut.. Bukan berarti kalau aku suka sesama jenis terus sama semua cowok aku mau. Mas sih bukan tipeku. Nggak level.. hahahaha</em>..&#8221;. Saya meringis sambil garuk-garuk kepala.</p>
<p>Pernah saya baca dalam jurnal ilmu pengetahuan, bahwa homoseksualitas bisa dikarenakan guncangan psikologi yang hebat. Tapi banyak juga karena faktor genetis, yang berarti memang ada orang-orang yang terlahir membawa sifat homoseksual. Dan karena secara alamiah pasangan sejenis tidak memungkinkan menghasilkan keturunan, maka seleksi alam seharusnya membuat kaum homoseksual akan semakin langka karena tak bisa mewariskan sifatnya pada generasi berikutnya. Namun jurnal ilmu pengetahuan hanyalah hasil pemikiran manusia. Ia tidak suci. Tidak seperti kitab-kitab yang diyakini suci sejak dituliskan. Dalam kitab-kitab itu konon disebutkan bahwa homoseksualitas adalah perbuatan dosa yang harus diluruskan, dengan cara bertobat, menikah dengan lawan jenis, lalu beranak pinak. Itu kalau tak mau dicap layak mendapat murka Tuhan.</p>
<p>Saya membayangkan jika hidup dalam dunia paralel, dimana saya yang hanya menyukai lawan jenis ternyata dianggap tidak normal oleh masyarakat luas dan kitab-kitab suci. Sementara orang-orang yang merasa mendapat otoritas jadi wakil Tuhan di dunia itu menjadi semakin kuat, dan merasa berhak memaksa saya untuk berubah atau menimpakan amuk Tuhan melalui mereka. Saya bergidik lagi, sambil bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan seberat itu kepada saya.</p>
<p>Minggu ini saya membaca tulisan-tulisan yang mengecam seorang ulama karena beliau membela hak-hak kaum homoseksual. Setelah delapan tahun sejak meninggalkan tempat kos itu, kembali saya teringat Hanny..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=158&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/15/hanny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUNIA MATRIX</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/dunia-matrix/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/dunia-matrix/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/dunia-matrix/</guid>
		<description><![CDATA[.Apa makna waktu, jika ia tak lagi membagi peristiwa menjadi kenangan, kenyataan, dan harapan? Hukum alam adalah hukum tentang keteraturan. Buah apel yang jatuh dari pohon dan lintasan gerak peluru adalah serepih keteraturan yang telah mampu diurai. Akurasinya akan terus meningkat dengan terus mencermati lebih detail faktor-faktor lain yang sedikit banyak mempengaruhi. Viskositas dan perubahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=157&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Apa makna waktu, jika ia tak lagi membagi peristiwa menjadi kenangan, kenyataan, dan harapan?</p>
<p>Hukum alam adalah hukum tentang keteraturan. Buah apel yang jatuh dari pohon dan lintasan gerak peluru adalah serepih keteraturan yang telah mampu diurai. Akurasinya akan terus meningkat dengan terus mencermati lebih detail faktor-faktor lain yang sedikit banyak mempengaruhi. Viskositas dan perubahan tekanan udara, kepresisian pengukuran konstanta gravitasi, kecepatan awal, sudut elevasi, dan sebagainya.</p>
<p>Kemudian bagaimana peristiwa jatuhnya buah apel dari tangkainya adalah akibat dari akumulasi hukum keteraturan. Tentang peningkatan berat dan kematangan melalui proses faal tumbuhan, kecepatan angin yang menggerakkan buah tersebut lalu menghasilkan gaya inersia yang ditambahkan pada beratnya, proses penuaan dan titik lelah tangkai pengikat yang terlampaui oleh beban, dan beberapa faktor lainnya.</p>
<p>Secuil ilmu akan menggugah kesadaran atas kuasa manusia menyingkap rahasia setiap peristiwa. Diawali dari pertanyaan demi pertanyaan, semua menuju pada satu kesimpulan: hukum alam &#8212; atau hukum Tuhan &#8212; adalah kumpulan rumus-rumus yang membuat segala sesuatu berjalan sedemikian runut, tanpa terkecuali, tanpa anomali. Saksikan keindahan container yang hancur terlipat karena benturan teramat keras. Meski nampak berantakan, dalam adegan lambat akan terlihat bahwa semua adalah proses mekanika, dimana energi impak mendeformasi plastis bagian-bagian container secara serempak. Perhatikan pula bagaimana keputusan seseorang untuk pergi ke kamar kecil, adalah ujung dari mata rantai peristiwa reaksi atas rangsangan terhadap makanan dan minuman yang menyebabkan kandung kemih dipenuhi cairan dan memberikan sinyal ke otak melalui syaraf. Dimana letak pembenar bahwa keputusan untuk buang air adalah pilihan?</p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R_8LSoGSgDI/AAAAAAAAAIs/QAzsQoyjPUQ/s1600-h/matrix04.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R_8LSoGSgDI/AAAAAAAAAIs/QAzsQoyjPUQ/s320/matrix04.jpg" border="0" /></a>Segala sesuatu adalah runtutan sebab akibat. Meski tidak selalu segaris dan paralel, meski kadang saling bertumpukan dan saling berkaitan dalam kompleksitas. Tak ada lagi kebetulan, tak ada lagi kehendak bebas. Tak ada lagi penyesalan, tak ada lagi harapan. Tak ada pilihan, tak ada keteracakan. Semua rahasia terpapar jelas. Semua hal telah selesai, tunak, mutlak, dan diam. Umat manusia adalah boneka-boneka dengan setetes anugerah maya yaitu akal budi dan kuasa yang memabukkan. <a href="http://bp1.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R_8K7oGSgCI/AAAAAAAAAIk/wtoREnzumx4/s1600-h/matrix04.jpg"></a>Pencerahan membuat manusia semakin menjadi Tuhan; jikalau Ia adalah benar penyebab segala awal. Dan sedikit demi sedikit mulai menguak tabir pekerjaanNya: menakjubkan, sekaligus membosankan.</p>
<p><em><span style="font-size:85%;"></span></em><br /><em><span style="font-size:85%;">(The Matrix: Trilogy; salah satu trilogi film terbaik sepanjang sejarah umat manusia)</span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=157&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/dunia-matrix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R_8LSoGSgDI/AAAAAAAAAIs/QAzsQoyjPUQ/s320/matrix04.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BANTUAN IYUL</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/bantuan-iyul/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/bantuan-iyul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/bantuan-iyul/</guid>
		<description><![CDATA[.Iyul, pembantu di rumah saya, pamit berhenti bekerja karena akan menikah. Malam itu istri saya marah-marah. Gara-garanya Iyul, pembantu rumah kami, mendadak pamit berhenti bekerja karena akan menikah dengan tukang sayur keliling setelah berpacaran hampir setahun. Dulu memang Iyul pernah berjanji baru akan berhenti setelah lebaran tahun ini. Tapi ternyata calon suaminya sudah tidak sabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=156&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Iyul, pembantu di rumah saya, pamit berhenti bekerja karena akan menikah.</p>
<p>Malam itu istri saya marah-marah. Gara-garanya Iyul, pembantu rumah kami, mendadak pamit berhenti bekerja karena akan menikah dengan tukang sayur keliling setelah berpacaran hampir setahun. Dulu memang Iyul pernah berjanji baru akan berhenti setelah lebaran tahun ini. Tapi ternyata calon suaminya sudah tidak sabar ingin cepat kawin bulan depan dan diam-diam mereka berdua sudah mengurus surat-suratnya.</p>
<p><em>&#8220;Aku benci banget sama si tukang sayur itu. Soalnya Iyul tuh selalu nurut kalo aku bilangin. Tapi setelah ketemu pacarnya, pasti berubah pikiran. Nyebelin banget tuh tukang sayur!&#8221;</em></p>
<p>Saya diam mendengarkan. Tepatnya, pura-pura mendengarkan. Karena berdasarkan pengalaman, jika terpancing untuk berkomentar, pasti istri akan berbalik memarahi saya. <em>Kamu enak aja ngomong! Kamu kan nggak tahu urusan rumah!</em> Akhirnya saya hanya mengingatkan. Pertama, kita tidak boleh menghalangi hak dia. Dan kedua, perpisahan ini harus baik-baik, mengingat jasa Iyul selama ini kepada keluarga kita.</p>
<p>Istri masih nerocos saat saya mulai memikirkan tentang Iyul. Waktu pertama dia datang, anak saya baru berumur beberapa bulan. Itu kira-kira empat tahun yang lalu. Sebelum mulai bekerja, istri menasehati Iyul agar bekerja dengan rajin dan jujur. Dan ia menjawab,<em> &#8220;Iya Bu saya tahu. Saya kan lulusan pesantren</em>.&#8221;. Dan ternyata itu bukan sekedar jawaban. Selain terbukti bahwa kejujurannya tidak perlu diragukan, ia juga selalu bekerja dengan gembira, terlihat dari hasil pekerjaannya yang rapi bahkan kadang-kadang mengejutkan karena waktu luangnya sering diisi dengan merapikan sudut-sudut dan barang-barang yang sering terabaikan.</p>
<p>Selain itu ia juga suka dengan anak kecil, pintar mengambil hati dan bermain-main dengan anak saya. Meskipun anak sepenuhnya tanggung jawab istri, namun Iyul banyak sekali membantu mengurusi. Tidak seperti anak tetangga yang sering menangis teriak-teriak jika sesekali ditinggal orang tuanya, anak saya gampang sekali ditinggal jika sedang bermain dengan Iyul. Di hari minggu Iyul libur. Tapi hanya sesekali ia keluar rumah berkunjung ke saudaranya atau jalan-jalan dengan temannya. Lebih sering ia di rumah. Membaca atau menulis entah apa. Memang tidak semua saya saksikan sendiri, melainkan cerita dari istri. Tapi saya juga merasakan suasana rumah yang selalu rapi dan sering melihat anak saya bercanda dengan pembantu kami ini.</p>
<p>Kemudian saya membayangkan, jika saya menjalani hidup seperti Iyul. Meskipun saya menyukai pekerjaan saya, pasti akan terasa bahwa segala sesuatu menjadi datar dan membosankan. Seperti berjalan menyusuri rel tak berujung. Oleh karena itu saya sangat memahami ketika seorang tukang sayur mengajaknya menikah dan membina rumah tangga baru, Iyul serta-merta mengiyakan dengan bersemangat. Tawaran petualangan yang menggairahkan! Iyul belum genap berusia 20 tahun. Si tukang sayur juga baru 22 tahun (ini saya lihat dari fotokopi KTP-nya saat istri melakukan fit and proper test). Terasa ada yang aneh, ketika saya sedikit mengkhawatirkan masa depannya. Akankah harapannya tentang kehidupan yang lebih indah, yang disambut dengan penuh hasrat, akan berjalan sesuai rencana? Akankah calon pasangan muda itu berhasil mengatasi dan memahami persoalan-persoalan yang akan muncul dalam mengarungi hidup berumah tangga?</p>
<p>Pagi itu sang calon suami sudah menunggu di depan rumah. Ia akan mengantar Iyul pulang kampung untuk mempersiapkan pernikahan bulan depan. Saya lirik penampilan mas tukang sayur: datang dengan sepeda motor dan menggenggam handphone. Mudah-mudahan ini menggambarkan tingkat kesejahteraannya. Saya lihat Iyul menciumi anak saya, yang tiba-tiba terlihat menjaga jarak. Mungkin anak kecil ini sedang merasakan suasana perpisahan yang belum pernah ia alami. Istri saya berlinang air mata sambil menyalami. (Mengenai istri saya, dia memang cengeng, gampang sekali menangis). Kemudian Iyul berpamitan dan mohon maaf kepada saya jika selama bekerja ia melakukan kesalahan (mendadak terlintas peristiwa bertahun lalu ketika ia merendam handphone baru saya yang ada di kantong celana.. Ah, sudahlah..). Begitu banyak kalimat di mulut yang ingin saya sampaikan, tapi hanya terima kasih dan permintaan agar sering-sering memberi kabar dan menengok anak saya yang saya ucapkan. Saya baru sadar bahwa memang selama ia tinggal disini, saya hampir tidak pernah berbicara dengannya.</p>
<p><em>Selamat menempuh hidup baru Yul.. Semoga bahagia dan selalu diberkahi Tuhan. Terima kasih atas bantuanmu yang tak terkira selama ini. Dari yang sudah saya ketahui, sampai yang baru saya rasakan setelah kamu pergi</em> (beberapa hari ini saya tidak ganti kaos kaki karena pembantu yang baru tak merasa harus mengganti kaos kaki dekil di sepatu saya dengan kaos kaki bersih..).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=156&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/04/11/bantuan-iyul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NURANI BERAGAMA</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/30/nurani-beragama/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/30/nurani-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 16:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/30/nurani-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[.Apa yang diajarkan dalam pendidikan agama sekarang ini? Masihkah disampaikan bahwa saling mengasihi dan menghormati sesama manusia adalah intinya?Masihkah &#8216;tolong&#8217;, &#8216;maaf&#8217;, dan &#8216;terima kasih&#8217; adalah kata-kata yang menurut ajaran agama seharusnya paling sering diucapkan?Masihkah terus-menerus diingatkan, bahwa peka terhadap penderitaan sesama adalah awal dari amal kebaikan yang tak akan dilupakan Tuhan?Dan masihkah taat beragama berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=155&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Apa yang diajarkan dalam pendidikan agama sekarang ini?</p>
<p>Masihkah disampaikan bahwa saling mengasihi dan menghormati sesama manusia adalah intinya?<br />Masihkah &#8216;tolong&#8217;, &#8216;maaf&#8217;, dan &#8216;terima kasih&#8217; adalah kata-kata yang menurut ajaran agama seharusnya paling sering diucapkan?<br />Masihkah terus-menerus diingatkan, bahwa peka terhadap penderitaan sesama adalah awal dari amal kebaikan yang tak akan dilupakan Tuhan?<br />Dan masihkah taat beragama berarti menjaga hati dari kebencian, kesombongan, dan nafsu menghakimi?</p>
<p>***</p>
<p>Indonesia sedang dilanda banyak persoalan. Korupsi tak kunjung henti karena integritas pemimpin berada di titik nadir, fenomena alam menjadi bencana tak teratasi, kemiskinan yang membunuh ibu dan anak-anaknya mulai menjadi gejala sosial, dan masih banyak lagi. Kelompok fundamentalis agama sering meneriakkan kesimpulan cepat, bahwa semua adalah hukuman Tuhan karena bangsa ini meninggalkan aturan-aturanNya. Saya mencemaskan diri saya sendiri karena mulai berpikir jangan-jangan mereka benar.</p>
<p>Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan bangsaku?</p>
<p><em><span style="font-size:85%;">(refleksi pribadi dari sebuah diskusi di satu milis)</span></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=155&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/30/nurani-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WASPADA PERCERAIAN</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/28/waspada-perceraian/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/28/waspada-perceraian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/28/waspada-perceraian/</guid>
		<description><![CDATA[.Al dan De bercerai. Pasangan yang kemesraannya membuat iri teman-teman sejak dari kuliah, dan aroma &#8217;til death do us apart&#8217;-nya sudah tercium jauh sebelum mereka menikah, akhirnya bersepakat memutuskan berpisah. De sudah jadi pejabat. Mungkin malu punya suami yang lebih suka jadi pengusaha kecil yang bisnisnya supply dagangan ke pasar-pasar tradisional. Fa dan Er juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=154&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Al dan De bercerai. Pasangan yang kemesraannya membuat iri teman-teman sejak dari kuliah, dan aroma &#8217;til death do us apart&#8217;-nya sudah tercium jauh sebelum mereka menikah, akhirnya bersepakat memutuskan berpisah.</p>
<p>De sudah jadi pejabat. Mungkin malu punya suami yang lebih suka jadi pengusaha kecil yang bisnisnya supply dagangan ke pasar-pasar tradisional.</p>
<p>Fa dan Er juga bercerai. Er memutuskan menikah dengan janda selingkuhannya meski Fa sudah berkali-kali memaafkan Er asal dia mau berhenti selingkuh dan kembali ke keluarganya.</p>
<p>Fa terlalu muda dan riang untuk Er yang dewasa dan selalu serius. Mungkin juga karena situasi pekerjaan yang membuat mereka sering berjauhan.</p>
<p>Aku juga punya cerita. Temanku Yo menceraikan Iv begitu saja. Tanpa detail penjelasan. Yo memohon pengertian Iv untuk mau berpisah karena dia sudah capek bertahan pada sesuatu yang kian lama kian disadari bahwa ide yang mendasarinya adalah kekeliruan semata, meski dia tak mampu menjabarkan dengan jelas. Dan Iv menyetujuinya. Bisa jadi karena terpaksa pada awalnya. Tapi kini diapun akhirnya berbahagia setelah berhasil membiarkan kesadaran mencerahkannya. Setidaknya begitu ceritanya kepadaku.</p>
<p><em>&#8220;Kenapa ya kok jadinya pada begitu?&#8221;</em></p>
<p>Demikian pertanyaan teman saya, saat kita ngobrol berdua tentang masa lalu dan hari ini. Mungkin dia sebenarnya bertanya pada dirinya sendiri. Tapi saya merasa perlu menjawab.</p>
<p><em>&#8220;Ya harus gimana lagi.. Perkawinan, sebagaimana keputusan-keputusan lain yang tiap kali harus kita ambil, juga bisa salah. Kita tak akan pernah tahu persis apa masalah mereka. Tapi mungkin mereka sudah sangat yakin akan kesalahan keputusannya lalu menguatkan diri untuk memilih jalan yang dirasa lebih benar. Hidup cuma sekali toh?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Bukankah perceraian dibenci? Bahkan ada yang mengharamkan?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Mungkin saja. Tapi gimana kalo pasangan kita sudah jelas-jelas nggak berminat lagi dengan kita? Atau sebaliknya? Dan apa gunanya janji akan surga, yang masih berupa harapan tanpa kepastian, sementara neraka yang dihadirkan saat ini begitu nyata?&#8221;</em></p>
<p>Lalu perdebatan-perdebatan kecil terjadi. Kadang-kadang karena memang ada perbedaan pemikiran dan cara pandang terhadap kehidupan dan aturan-aturannya, tapi lebih sering malah prinsip asal beda supaya suasana menjadi lebih riuh.</p>
<p><em>&#8220;Ah, sudahlah.. Bosan aku membicarakan perkawinan nggak ada ujungnya. Yang penting ada keterbukaan sama pasangan, trus hubungan dibawa asyik terus, menurutku sudah cukup. Eh, gimana kalo kita kumpul-kumpul lagi sama temen-temen lama? Kita undang aja ketemuan di Bandung gitu. Setuju nggak?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ayo.. Aku mau banget! Kalo perlu bawa juga pasangan masing-masing biar saling kenal.&#8221;</em><br /><em></em><br /><em>&#8220;Gak usah! Malah nggak asik!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Hmm.. Tanda-tanda nih..&#8221;</p>
<p>&#8220;Hahaha..&#8221;</em></p>
<p>Pertemuan sore itu lumayan menyegarkan pikiran. Bertemu dan ngobrol dengan teman lama memang selalu membawa kegairahan tersendiri, meski topiknya sedikit menjadi ganjalan dan membuat tercenung. Saya berniat langsung kembali ke Jakarta seusai pertemuan tersebut, saat dering telepon mengagetkan lamunan. Ternyata anak saya yang menelepon.<br /><em><br />&#8220;Cepet pulang ya Paaak.. Nanti Bapak pasti kaget.. hihihi..&#8221;</em></p>
<p>Sambil berbisik di telepon istri saya menjelaskan bahwa anak saya hari ini berlatih keras melancarkan permainannya &#8216;Ode to Joy&#8217; dan &#8216;Good Morning&#8217; untuk dipamerkan ke bapaknya. Terbayang wajah anak saya yang bulat dengan mata nakal berkilat. Dan isteri saya yang meski sering tak sabar menghadapi anaknya namun begitu jelas cintanya. Saya tak bisa menggambarkan perasaan apa yang muncul dalam hati, tapi segera saya balik lagi masuk kota untuk membeli oleh-oleh.</p>
<p><em>&#8220;Tumben banget perhatian.. Nggak dipesenin tetep beli oleh-oleh. Biasanya dipesenin aja nggak pernah inget..&#8221;</em></p>
<p>Istri saya mengucapkan terima kasih dengan gaya bercanda. Saya diam saja. Memang biasanya sejauh apapun saya pergi, tak pernah saya membeli oleh-oleh kalau tidak ada pesanan yang jelas. Tapi hari ini saya sedang waspada akan bahaya kehilangan. Dan saya tak mau menunggu itu benar-benar terjadi sebelum bisa menghargai dan mempertahankan apa yang telah saya miliki. <em>Jadi perhatian kecil ini bukan buat kamu. Ini adalah pamrih untuk sedikit menambah sisi baikku. Untuk jadi sekedar tambahan bahan pertimbangan, jika nanti &#8212; aku belum bisa membayangkan apa itu tapi tetap saja mungkin terjadi &#8212; suatu saat kamu berada pada posisi kebimbangan untuk melanjutkan perkawinan ini atau meninggalkanku..</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=154&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/28/waspada-perceraian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NARSIS AKUT</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/26/narsis-akut/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/26/narsis-akut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 11:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/26/narsis-akut/</guid>
		<description><![CDATA[.Cantik &#8212; dan ganteng &#8212; kata orang itu relatif. Maka kali ini mohon ijinkan saya untuk sejenak berbahagia menikmati relativitasnya. Setelah entah kapan terakhir hal seperti ini pernah terjadi, kemarin dalam pertemuan bisnis kurang lebih satu jam, seorang perempuan memuji saya sebanyak tiga kali. Ada juga ya cowok manis ngurusin bisnis begini.. Hihihi..(satu)Kok kamu beruntung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=153&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Cantik &#8212; dan ganteng &#8212; kata orang itu relatif. Maka kali ini mohon ijinkan saya untuk sejenak berbahagia menikmati relativitasnya.</p>
<p>Setelah entah kapan terakhir hal seperti ini pernah terjadi, kemarin dalam pertemuan bisnis kurang lebih satu jam, seorang perempuan memuji saya sebanyak tiga kali.</p>
<p><em>Ada juga ya cowok manis ngurusin bisnis begini.. Hihihi..</em><br />(satu)<br /><em>Kok kamu beruntung banget bisa dapat partner bagus sih? I think it&#8217;s because you&#8217;re good looking.. Hehehe..</em><br />(dua)<br /><em>Aku paksain dateng nih karena nggak enak sama oom X.. Untung ketemunya pemandangan menarik.. Hahaha..</em><br />(tiga)</p>
<p>Sebenarnya telinga saya agak risih mendengar logika di sela tawa si mbak ini. Dan rasanya juga kurang nyaman dipanggil &#8216;kamu&#8217; oleh perempuan yang saya yakin tidak lebih tua dari saya. Tapi saya tidak mau merusak suasana. Ini adalah sore yang cerah dimana saya adalah remaja yang sedang berbunga-bunga karena di antara sekian (seratus? dua ratus? seribu? entahlah..) wanita, dan setelah sekian lama (lebih dari lima tahun seingat saya), akhirnya saya beruntung mendapat kesempatan bertemu dengan satu orang yang ada sesuatu di matanya hingga bisa melihat keindahan pada diri saya. Kata-kata dan bahasa tubuhnya menyenangkan. Penampilan fisik dan wangi parfumnya juga menyegarkan. Jadi mending berprasangka baik: si mbak memang humoris dan benar-benar menganggap saya masih muda.</p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R95CWsKSSuI/AAAAAAAAAHo/xW2Y0Cr_Bak/s1600-h/bradpitt2.jpg"></a><a href="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-ozUAv6WZI/AAAAAAAAAIA/YOL4obb_o9c/s1600-h/bradpitt2.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" height="178" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-ozUAv6WZI/AAAAAAAAAIA/YOL4obb_o9c/s200/bradpitt2.jpg" width="170" border="0" /></a>Sampai di rumah saya melihat diri sendiri di depan cermin. Lalu saya tanya istri apakah saya ini ganteng atau tidak. &#8220;<em>Enggaaaaak</em>..&#8221; jawabnya dengan gaya menjengkelkan. Tapi kali ini tak mempan. Saya tetap tersenyum menikmati cermin. Saat merapikan rambut, saya tersadar bahwa uban di kepala ternyata sudah cukup banyak tersembunyi di sela-sela rambut hitam. Mana panjang-panjang sebahu mirip nenek-nenek di kampung. Waduh! &#8220;Kamu <em>bisa nyemir rambut? Tolong dong banyak uban nih</em>..&#8221; kata saya kepada istri. &#8220;<em>Bisa dong</em>.&#8221; jawabnya. &#8220;<em>Dari dulu aku tawarin kamu nggak mau. Katanya uban lambang</em> <em>kebijaksanaan.. hahaha</em>..&#8221;</p>
<p>Hmm.. Ganteng dan bijaksana.. What a combination! Saya tersenyum puas di depan cermin sambil mengelus-elus rambut. &#8220;<em>Kenapa nyengir sendiri? Kayak orang gila..</em> &#8221; kata istri. Gila? Kok saya jadi agak tersinggung ya? Atau mungkin saya memang dalam proses gila? Wong baru dipuji satu orang, itu juga belum tentu serius atau bercanda, dan bisa jadi semua cowok yang baru dikenal dia puji ganteng, lha kok sudah narsis akut merasa ganteng sekelas Brad Pitt. Ah biar sajalah. Ada kesempatan narsis kenapa harus dilewatkan. Tapi mendadak dada saya jadi deg-degan mengingat rencana pertemuan lanjutan dengan si mbak humoris dan wangi minggu depan. Mudah-mudahan deg-degan ini adalah tanda bahwa saya belum benar-benar gila. Mudah-mudahan..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=153&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/26/narsis-akut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-ozUAv6WZI/AAAAAAAAAIA/YOL4obb_o9c/s200/bradpitt2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BUMI DAN MANUSIA</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/23/bumi-dan-manusia/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/23/bumi-dan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 15:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan sekitarku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/23/bumi-dan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[.Manusia &#8212; meski cepat atau lambat akan menemui ajalnya &#8212; selalu berusaha memanjangkan usia. Tidakkah demikian pula kewajibannya terhadap bumi? Seiring waktu yang berjalan lurus tak terbengkokkan oleh kesadaran, iman, agama, pemikiran, maupun imajinasi, bumi terus menua. Dan merenta. Sebagaimana penghuninya, ia adalah bagian dari kehidupan fana yang harus berujung pada kematian. Maka kecemasan, jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=152&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp3.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-hq1wv6WXI/AAAAAAAAAHw/xgMunFxues4/s1600-h/earthonhand.jpg"></a></p>
<div>.<br />Manusia &#8212; meski cepat atau lambat akan menemui ajalnya &#8212; selalu berusaha memanjangkan usia. Tidakkah demikian pula kewajibannya terhadap bumi?</p>
<p>Seiring waktu yang berjalan lurus tak terbengkokkan oleh kesadaran, iman, agama, pemikiran, maupun imajinasi, bumi terus menua. Dan merenta. Sebagaimana penghuninya, ia adalah bagian dari kehidupan fana yang harus berujung pada kematian. Maka kecemasan, jika ada, seharusnya bukanlah sekedar naluri survivalitas, tetapi adalah bagian dari moralitas yang didasari keyakinan bahwa kematian semesta bukanlah akhir perjalanan.</p>
<p>Bumi semakin rapuh. Potensi energinya diubah menjadi tenaga penghancur yang membakar dirinya sendiri. Kesuburannya merosot eksponensial terhadap waktu disesap akar-akar tanaman yang dikonsumsi kerakusan manusia baik secara langsung maupun melalui binatang ternak dan produksi energi alternatif. Pembabatan hutan besar-besaran menurunkan tajam produksi oksigen bersamaan dengan suhu yang memanas terjebak dalam atmosfer yang kian tercemar. Manusia mempercepat kematian bumi. Namun bisakah ini semua dihentikan? Ketika Thomas Alfa Edison &#8212; penemu listrik &#8212; wafat, dan dunia berniat sejenak berhenti memakai listrik untuk menghormatinya, mereka baru sadar bahwa listrik kini bukan lagi sekadar temuan melainkan alat pacu jantung bagi kehidupan masyarakat modern agar tetap bisa selalu berdenyut.</p>
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-hrkgv6WYI/AAAAAAAAAH4/XFa2MmK4ylc/s1600-h/earthonhand.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-hrkgv6WYI/AAAAAAAAAH4/XFa2MmK4ylc/s200/earthonhand.jpg" border="0" /></a>Maka bumi dan manusia memang hanya sedang menjalani takdirnya, meski ini adalah kenyataan yang tidak nyaman. Namun toh takdir tak seluruhnya misteri. Hukum Tuhan terbuka atas kemungkinan disingkap helai demi helai untuk mengintip secuil kemungkinan masa depan. Bahkan anjingpun bisa lebih dulu lari sebelum anak-anak mengayunkan batu ke arahnya, dan monyet bisa menghindarkan kepalanya dari buah kelapa yang jatuh ditarik gravitasi ke tanah. Oleh karenanya manusia &#8212; saya dan anda &#8211;berkewajiban untuk terus berupaya menawar takdir waktu kematian. Baik kematian diri maupun generasi penerus. Juga kematian bumi yang diinjak bersama. Bukan untuk keabadian, sama sekali bukan. Tapi lebih kepada mengejawantahkan dan mengoptimalkan rasa syukur atas segala kenikmatan, dan pertanggungjawaban iman kalau-kalau nanti Sang Pencipta mempertanyakan.</p>
<p>Stop global warming. Keep mother nature green. For our children.</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=152&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/23/bumi-dan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R-hrkgv6WYI/AAAAAAAAAH4/XFa2MmK4ylc/s200/earthonhand.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA PARA SAHABAT</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/19/agama-para-sahabat/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/19/agama-para-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 10:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/19/agama-para-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[.Sudah sangat lama saya mengenalnya. Mungkin sejak saya mengenal diri saya sendiri. Ia ada dalam diri kawan-kawan kecil sepermainan, ada juga sebagian saudara. Tapi seingat saya, saat itu tak pernah saya serius memikirkan perbedaan itu kecuali dalam kacamata riang. Bermain air wudu bersama, tidur-tiduran di masjid yang adem, sewa komik ramai-ramai sambil menunggu buka, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=151&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Sudah sangat lama saya mengenalnya. Mungkin sejak saya mengenal diri saya sendiri. Ia ada dalam diri kawan-kawan kecil sepermainan, ada juga sebagian saudara. Tapi seingat saya, saat itu tak pernah saya serius memikirkan perbedaan itu kecuali dalam kacamata riang. Bermain air wudu bersama, tidur-tiduran di masjid yang adem, sewa komik ramai-ramai sambil menunggu buka, dan ikut-ikutan antri kolak. Tak ada yang bertanya. Dan tak ada pula yang saya tanyakan.</p>
<p>Hingga saat SMA, sahabat saya seorang arab keturunan Yaman bertanya. &#8220;<em>Menurut agamamu, aku bisa masuk surga nggak?</em>&#8220;. Saya jawab bercanda,&#8221;<em>Asal kamu nggak kebanyakan baca cerita porno dan nonton BF, ya aman lah..</em>&#8220;. Tapi dia masih serius. &#8220;<em>Sebaiknya kamu masuk Islam</em>.&#8221; katanya setelah beberapa saat. &#8220;<em>Kenapa?</em>&#8220;. &#8220;<em>Karena dengan beragama Islam, kedua agama akan menyetujui kamu bisa masuk surga</em>&#8220;. Saya bingung. Logika yang aneh. Tapi saya tak sempat memikirkannya. Waktu itu saya belum tertarik surga akhirat. Surga buat saya adalah liburan atau bolos sekolah, main basket, genjrang-genjreng main gitar ramai-ramai, boncengan naik motor bersama teman perempuan, nonton bioskop, dan sesekali nonton BF, ramai-ramai juga. Kelak saya akan mengetahui bahwa keraguan sahabat saya itu tak akan pernah mampu mengubah pikiran keagamaannya yang moderat dan tidak sekaku itu. Demikian juga banyak teman-teman muslim yang lain. Disisi lain, nanti saya akan menyadari bahwa logika tersebut ternyata sama sekali tidak lebih aneh dari logika sebagian umat yang berkeyakinan sama dengan saya.</p>
<p>Dalam proses menuju pendewasaan, saya mulai mengamati bahwa perdebatan-perdebatan soal agama memang riuh adanya. Sesekali saya tertarik mengikuti. Ikut belajar. Kadang-kadang merenung mengapa bisa saya tetap yakin dua-duanya benar, jika beberapa perbedaannya nampak begitu nyata? Meski akhirnya saya bosan. Terutama karena perdebatan tanpa akhir tersebut tidak ada relevansinya dengan perjalanan hidup saya yang mengajarkan bahwa kebenaran ada pada perbuatan, bukan sekedar hapalan atau identitas si pelaku.</p>
<p>Namun yang mengharukan, beberapa sahabat benar-benar menaruh perhatian kepada saya, dan mengajak saya mengikuti agamanya. Bukan karena ego dan kesombongan. Saya yakin sama sekali bukan. Melainkan benar-benar atas dasar rasa sayang dan cinta, untuk menyelamatkan saya dari api neraka. Ada yang meminta saya membaca buku Dialog Masalah Ketuhanan Yesus, ada yang sesekali ngomong terang-terangan &#8220;<em>Jadi Islam itu enak lho Niel</em>..&#8221;. Tapi yang paling berkesan adalah gadis SMA yang tinggal di depan kos saya waktu saya mahasiswa, yang beberapa kali mengirim surat cinta untuk saya. Saat perpisahan tiba, dia berkata bahwa setiap kali mendengar ajaran tentang non-muslim yang dipastikan akan berakhir di neraka, ia selalu mengkhawatirkan saya. &#8220;<em>Memang kamu nggak punya teman lain yang non-muslim?</em>&#8220;. &#8220;<em>Ada. Tapi aku nggak peduli. Mas aja yang aku pikirin.</em>.&#8221;. Ingin sekali rasanya saya memeluknya erat-erat. Tapi percakapan itu berlangsung di teras depan rumahnya. Saya tidak mau menanggung resiko tiba-tiba ayahnya keluar sambil mengacungkan parang..</p>
<p>Hari ini saya sampai pada kesimpulan bahwa perdebatan agama tak akan pernah berakhir, karena memang tidak ada agama yang sempurna. Ia bisa dimaknai dari berbagai sisi, dan semuanya tidak bisa dibilang disalahpahami, karena saya tidak pernah yakin ada yang bisa setepat-tepatnya paham benar dan tak terbantah oleh semua orang. Ketidaksempurnaan membuat debat tak kunjung henti. Bandingkan dengan derajat kesempurnaan dari keindahan matahari pagi di lereng gunung dingin dimana kilau sinarnya terpantul dari bunga-bunga warna-warni yang berhias bening titik-titik embun, siapa yang akan mendebat keindahannya? Bandingkan pula dengan derajat kesempurnaan esensi udara segar dan air jernih yang menyehatkan sekaligus menyejukkan jiwa raga setiap umat manusia yang menghirup dan menikmatinya, siapa yang tidak akan bersepakat?</p>
<p>Antony de Mello pernah menulis, ada dua metode manusia belajar agama. Yaitu seperti belajar ilmu psikologi, dan ilmu kesehatan. Saat mempelajari sifat-sifat manusia, orang yang sedang belajar ilmu psikologi akan serta merta mencari orang-orang di sekitarnya yang sifatnya sesuai dengan yang dia pelajari. Berbeda dengan mempelajari ilmu kesehatan, orang yang belajar tersebut terutama akan melihat ke diri sendiri, apakah dia juga merasakan gejala-gejala sakit sebagaimana tertuang dalam informasi tentang penyakit yang ia baca.</p>
<p>Maka belajar agama, sebaiknya adalah seperti belajar ilmu kesehatan. Membandingkan dengan diri sendiri akan lebih bermanfaat daripada sibuk menuding orang lain. Jika ada ayat tentang ciri-ciri orang kafir, maka yang penting adalah bagaimana diri kita sendiri bisa senantiasa waspada dari perilaku kekafiran. Karena kitab suci selayaknya adalah panduan untuk mengenal apa kemauan Tuhan, bukan panduan untuk menjadi Tuhan atas orang lain.</p>
<p>Dalam suatu diskusi agama di sebuah milis, ada seorang yang tampak begitu membenci umat lain karena dia yakin telah digariskan Tuhan bahwa umat tersebut tidak akan pernah ridha sebelum orang lain mengikuti agama mereka. Menganalogikan dengan kebijaksanaan nabi yang paling saya teladani, saya berkomentar. Siapa yang sudah benar-benar yakin dirinya seratus persen ridha dengan perbedaan, silakan menjadi orang pertama yang menuding orang lain.</p>
<p>Salam damai.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=151&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/19/agama-para-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARI-HARI BADUY</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/18/hari-hari-baduy/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/18/hari-hari-baduy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 00:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[kekagumanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/18/hari-hari-baduy/</guid>
		<description><![CDATA[.Senja di sudut dunia. Matahari merendah hingga di titik akhir kehadirannya. Menaburkan redup sisa cahaya kuning aneh yang mengisi celah-celah rimbun dedaunan. Gelap beranjak meluas. Seiring dingin yang bergerak teratur menghampiri. Gemerisik pohon-pohon raksasa makin nyata terdengar bergantian dengan munculnya suara-suara binatang malam entah apa saja jenisnya. Suasana lengang. Keramaian suara peralatan tenun sederhana dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=150&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>.<br />Senja di sudut dunia.</p>
<p>Matahari merendah hingga di titik akhir kehadirannya. Menaburkan redup sisa cahaya kuning aneh yang mengisi celah-celah rimbun dedaunan. Gelap beranjak meluas. Seiring dingin yang bergerak teratur menghampiri. Gemerisik pohon-pohon raksasa makin nyata terdengar bergantian dengan munculnya suara-suara binatang malam entah apa saja jenisnya.</p>
<p>Suasana lengang. Keramaian suara peralatan tenun sederhana dan tawa riang anak-anak bertelanjang kaki bermain bersama siang tadi hanya meninggalkan gema di rekaman ingatan. Kini manusia-manusia penghuni hutan ini nampaknya sepakat untuk diam, seolah-olah menunggu dan mempersilakan sang senja menuntaskan diri di tengah hutan yang terasa begitu berkuasa.</p>
<p>Aku berada di dalam rumah panggung lapang tak bersekat beralas dan berdinding kayu, menatap bayangan hitam tubuh yang bergoyang senada jilatan pijar api dari obor kecil yang terpancang di tengah ruangan. Pemandangan rumah tetangga yang berjarak sekitar seratus langkah ibarat lukisan sephia berpigura kusen pintu yang lebar menganga.</p>
<p>Ketika malam telah sempurna melingkupi, dan gelap hanya dilawan oleh sinar bulan temaram dan obor dari rumah-rumah yang berjarak pepohonan dan semak-semak, mulai terdengar bunyi kentongan bersahutan dari berbagai penjuru kampung. Intensitas dan frekuensi yang beraneka, dalam keteraturan ketukan yang menjadikan musik mistis menusuk kalbu dan akal.</p>
<p>Disini, waktu coba dilawan. Coba dihentikan. Mereka orang-orang sederhana. Namun aku yakin mereka digerakkan oleh kekuatan cerdas, dan kesadaran merdeka yang datang lebih awal dari kaum sebangsanya yang kini tinggal di lembah-lembah dan perkotaan. Mereka percaya Tuhan adalah udara. Adalah air. Adalah alam lingkungan dan kebijaksanaan nenek moyang yang menghidupi, menjaga, dan harus dijaga kelestariannya. Agamanya tak memerlukan nabi. Untuk apa? Bahkan kitab sucipun cukup dirajah dalam mental dan kesadaran. Pahala adalah kewajaran tanpa kesombongan. Dosa adalah rasa malu, dan rasa malu adalah siksaan terkejam.</p>
<p>Dunia disini terlalu sempurna. Seorang jaro dengan postur tubuh tegap kasar dan garis muka tajam memancar kewibawaan menjelaskan bahwa jalan hidup ini adalah pilihan. Mempertahankan prinsip dengan sebisa mungkin mengisolasi diri dari kemajuan jaman yang membawa kepongahan. Sampai kapan? Tak ada yang bisa memastikan.</p>
<p>Temanku bercerita, diperlukan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya paku bisa masuk ke kampung ini, menggantikan akar-akar pohon untuk mengikat tiang-tiang rumah dari kayu dan bambu. Itu cerita 15 tahun yang lalu. Sore ini, aku lihat seorang baduy berdandan khas dengan ikat kepalanya berterima kasih kepada operator selular karena sinyal kuat di kampungnya. Dadaku berdesir. Ada rasa kehilangan. Aku tak tahu apa.</p>
<p><span style="font-size:85%;"><em>(kenangan berhari-hari menginap di kampung baduy bersama Gola Gong, Pipiet, Nanang, Iyus, Ferry (alm), Febri, dan Hera. Baduy? Teu hayang-hayang deui..!! hehehe..)</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=150&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/18/hari-hari-baduy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10,000 BEFORE GOD VERSES</title>
		<link>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/16/10000-before-god-verses/</link>
		<comments>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/16/10000-before-god-verses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 21:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>binajaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku dan sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://binajaya.wordpress.com/2008/03/16/10000-before-god-verses/</guid>
		<description><![CDATA[(refleksi setelah nonton film Ayat-Ayat Cinta dan 10,000 BC) .Apakah seluruh keputusan dalam hidup harus selalu memenangkan ayat dari rasa? Benarkah suara Tuhan hanyalah apa yang didengar dan dibaca dari luar? Tidakkah seharusnya bisikanNya senantiasa hadir di dalam lubuk hati setiap manusia? Fahri, tokoh utama dalam film Ayat-Ayat Cinta, yang harus mengutip ayat-ayat suci untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=149&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:85%;">(refleksi setelah nonton film Ayat-Ayat Cinta dan 10,000 BC)</span></em></p>
<p>.<br />Apakah seluruh keputusan dalam hidup harus selalu memenangkan ayat dari rasa? Benarkah suara Tuhan hanyalah apa yang didengar dan dibaca dari luar? Tidakkah seharusnya bisikanNya senantiasa hadir di dalam lubuk hati setiap manusia?</p>
<p>Fahri, tokoh utama dalam film Ayat-Ayat Cinta, yang harus mengutip ayat-ayat suci untuk membela orang kafir di angkutan umum, bisa tiba-tiba memutuskan menikah dengan perempuan yang baru dilihat wajahnya dalam acara taaruf tanpa merasa wajib memberitahu Maria, teman yang mencintainya. Mungkin mahluk sepolos dan sealim Fahri tak mampu mengenali sinyal asmara yang dikirim oleh Maria. Atau mungkin asmara baginya terlalu duniawi yang merendahkan nilai-nilai Illahi.</p>
<p>Kemudian ketika datang keadaan yang diyakini sebagai kehendak Tuhan memantapkannya untuk menikahi Maria (dalam film itu diceritakan bahwa Maria sakit keras dan hanya bisa sembuh bila disentuh Fahri sementara Fahri hanya bisa menyentuh jika sudah menikah. Aisha istri pertamanya pun ikhlas Fahri menikahi Maria karena kesembuhan Maria akan menyelamatkan Fahri dari ancaman penjara), lalu hadir begitu saja rasa cinta Fahri kepada Maria yang menyembuhkan perempuan itu. Mungkin karena ayat-ayat cinta. Demi ayat-ayat Tuhan.</p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R9xILMKSSrI/AAAAAAAAAHM/yuUFQZhOrPk/s1600-h/safe-and-sound_383x367.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R9xILMKSSrI/AAAAAAAAAHM/yuUFQZhOrPk/s200/safe-and-sound_383x367.jpg" border="0" /></a>Bandingkan dengan 10.000 tahun sebelum nabi Isa ketika ayat-ayat Tuhan belum ada. Setidaknya di peradaban-peradaban muda dimana manusia masih sangat bergantung pada alam, dan Tuhan hanya hadir melalui harapan yang diraba dari ramalan-ramalan takdir. Pengalaman hidup melahirkan nilai-nilai moralitas sederhana. Kesetiaan, keberanian, pengorbanan, kejujuran, dan cinta. Diceritakan dalam film 10,000 BC, D&#8217;leh, seorang pemuda yang mencintai gadis cantik bernama Evolet, bersandar pada kekuatan cinta dan nilai-nilai moral sukunya untuk menyatukan segenap bangsa membebaskan diri dari penindasan oleh suatu peradaban lebih maju yang merasa menjadi Tuhan penguasa umat lain.</p>
<p>Saya terpesona dengan film 10,000 BC yang indah mengolah nilai-nilai kemanusiaan untuk merasakan hal-hal adi kodrati, tetapi tak juga mampu memahami film Ayat-Ayat Cinta, yang saya anggap menertawakan rasa manusia demi tafsir ayat-ayat suci. Mungkin karena saya belum membaca novelnya. Mungkin pula benar kata istri saya yang memaksa saya menyaksikan film Ayat-Ayat Cinta karena dia yang lebih dahulu nonton terharu biru dengan keikhlasan Aisha untuk dimadu. &#8220;Kamu kafirun sih ya jadinya nggak ngerti..&#8221; katanya sambil tertawa puas. Saya lempar bantal kepalanya tapi tak juga berhenti tawanya. Memang nasib saya berjodoh dengan perempuan kurang ajar. Segera saya jawab &#8220;Kasih aku kesempatan kawin lagi, mungkin aku baru bisa ngerti..&#8221;</p>
<p>Lalu gelap datang sesaat ketika bantal yang tadi saya lempar kembali ke wajah saya dengan kecepatan melebihi ukuran bercanda. Kali ini giliran saya yang tertawa lebih keras..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/binajaya.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/binajaya.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/binajaya.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/binajaya.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=binajaya.wordpress.com&amp;blog=1821336&amp;post=149&amp;subd=binajaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://binajaya.wordpress.com/2008/03/16/10000-before-god-verses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7ae434e59b8bb4d6163c077a910ea6?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">binajaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_z13VNj7EiLg/R9xILMKSSrI/AAAAAAAAAHM/yuUFQZhOrPk/s200/safe-and-sound_383x367.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
